7/16/2018

10 Makanan Pemicu Batu Ginjal Yang harus Diwaspadai

Menurut National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), batu ginjal mempengaruhi sekitar 1 dari 11 orang di AS.

Batu ginjal lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Benjolan seperti batu ini dapat berkembang di salah satu atau kedua ginjal dan dapat menyebabkan banyak rasa sakit.

Batu ginjal berkembang ketika berbagai jenis bahan kimia dalam urin, seperti asam urat, fosfor, kalsium dan asam oksalat.

Batu-batu kecil cenderung keluar dari tubuh tanpa menyebabkan banyak masalah. Batu yang lebih besar menyebabkan rasa sakit yang parah.

Gejala lain termasuk sering buang air kecil, kurang buang air kecil pada satu waktu, buang air kecil yang menyakitkan, darah di urin, air kencing bau, mual, muntah, menggigil, demam dan gelisah.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengembangkan batu-batu ini termasuk riwayat keluarga batu ginjal, dehidrasi, kelebihan berat badan, penyakit pencernaan, infeksi saluran kemih dan makan diet tinggi protein, natrium dan gula.

Orang-orang yang memiliki batu ginjal di masa lalu juga berisiko lebih tinggi dari masalah yang berulang.

Menghilangkan makanan tertentu dari diet Anda dapat membantu mencegah batu ginjal dan mendukung kesehatan ginjal secara keseluruhan.

Berikut dibawah ini 10 makanan teratas yang memicu batu ginjal.

1. Makanan Oxalate-Kaya

Batu ginjal terbentuk karena penumpukan kalsium oksalat, jadi makan makanan kaya oksalat dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko Anda. Oksalat yang ditemukan dalam urin bergabung dengan kalsium untuk membentuk batu ginjal kalsium oksalat.

Orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena batu ginjal harus makan makanan kaya oksalat dalam jumlah sedang. Ini termasuk makanan seperti bayam, rhubarb, okra, bit, kale, seledri, susu kedelai, stroberi dan Swiss chard.

Selain itu, hindari asupan vitamin C yang berlebihan. Karena Vitamin C dapat berubah menjadi oksalat.

2. Sarden

Orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena batu asam urat harus menghindari makanan yang tinggi purin, seperti ikan sarden. Asupan tinggi purin meningkatkan jumlah asam urat dalam urin dan dapat menyebabkan batu asam urat.

Menurut American Urological Association, asupan purin tinggi dari protein hewani, terutama dari ikan, dapat menyebabkan hyperuricemia dan hyperuricosuria pada individu sehat tanpa batu.

Selain itu, makanan yang kaya purin dapat memicu batu kalsium-oksalat, karena mereka meningkatkan jumlah kalsium yang diekskresikan dalam urin.

Batasi asupan ikan sarden Anda sekali atau dua kali seminggu dan perhatikan juga ukuran porsi. Makanan lain yang kaya purin yang harus Anda makan dalam jumlah sedang adalah ikan teri, daging organ, bacon, kerang, udang, dan ragi roti.

3. Daging Merah

Makan terlalu banyak daging merah, yang tinggi protein, dapat meningkatkan risiko terkena batu ginjal. Asam urat tinggi, penyebab umum batu ginjal.

Ginjal membantu memetabolisme dan mengeluarkan produk sampingan nitrogen dari pencernaan protein. Jadi, makan makanan berprotein tinggi meningkatkan beban metabolik pada ginjal.

Hindari makan daging merah setiap hari. Sebaliknya, batasi asupan Anda satu atau dua kali seminggu.

4. Minuman berkarbonasi

Secara teratur minum minuman bersoda, seperti soda (dengan atau tanpa pemanis buatan), minuman energi dan jus botol tertentu, juga meningkatkan risiko mengembangkan batu ginjal serta penyakit ginjal.

Sebuah studi 2007 yang diterbitkan dalam Epidemiologi mencatat bahwa minuman cola mengandung asam fosfat yang menyebabkan perubahan kemih dan mempromosikan batu ginjal. Ini juga meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

Selain itu, sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam Clinical Journal of American Society of Nephrology mencatat bahwa asupan soda dan pukulan gula dikaitkan dengan risiko pembentukan batu yang lebih tinggi.

Daripada minum minuman berkarbonasi, mending minum air biasa, air beraroma, air jeruk atau jus jeruk segar.

5. Non-Fermentasi kedelai

Kedelai dan makanan berbahan dasar kedelai yang dimodifikasi secara genetika berbahaya bagi tubuh dan dapat mempengaruhi kesehatan ginjal Anda. Hal itu karena makanan tersebut mengandung kadar oksalat tinggi, yang mengikat dengan kalsium di ginjal untuk membentuk batu ginjal.

Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam International Journal of Biological Sciences menganalisis efek makanan transgenik pada kesehatan mamalia dan menyimpulkan bahwa efeknya sebagian besar terkonsentrasi pada fungsi ginjal dan hati.

Ditambah lagi, produk kedelai yang tidak difermentasi seperti susu kedelai dan tahu mengandung kandungan anti-nutrisi yang tinggi termasuk oksalat.

Saat membeli kacang kedelai, pilihlah varietas yang ditanam secara organik. Juga, pilih produk kedelai yang difermentasi seperti miso dan tempe.

6. Karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan (seperti gula rafinasi, beras putih, tepung olahan dan sebagainya) membuat tubuh menghasilkan insulin tingkat tinggi, yang menyebabkan kalsium dari tulang berakhir di saluran kemih.

Ini memicu pembentukan batu ginjal kalsium-oksalat. Sebaliknya, karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan hanya menyebabkan sedikit peningkatan glukosa darah dan tingkat insulin.

Sebuah studi 1986 yang diterbitkan dalam Food and Chemical Toxicology menyoroti efek gula olahan diet dan alkohol gula pada deposisi kalsium oksalat ginjal pada tikus yang diberi etilena glikol.

Jika Anda berisiko terkena batu ginjal, hindari makanan yang dibuat dengan tepung putih atau serba guna.

7. Kafein Berlebihan

Terlalu banyak mengkonsumsi kafein, baik dari makanan atau minuman, dapat meningkatkan ekskresi kalsium dalam urin Anda, yang pada gilirannya dapat memicu batu ginjal.

Sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam Journal of Urology menganalisis efek kafein akut pada komposisi urin dan menemukan bahwa asupan kafein mungkin sedikit meningkatkan pembentukan batu kalsium-oksalat.

Kafein juga memiliki efek diuretik yang menyebabkan sering buang air kecil dan dapat menyebabkan dehidrasi, faktor risiko batu ginjal.

Selain itu, asupan kafein yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi dan insomnia.

Konsumsi makanan berkafein dan minuman dalam jumlah sedang. Jangan minum lebih dari 2 cangkir kopi atau 3 cangkir teh per hari.

Selain itu, batasi asupan soda, minuman energi, coklat, dan obat-obatan tertentu.

8. Pemanis Buatan

Banyak dari kita menggunakan pemanis buatan daripada gula di kopi atau teh untuk memotong kalori. Namun, pemanis buatan dapat merusak fungsi ginjal jika dikonsumsi secara teratur.

Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan di American Society of Nephrology journal menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi diet tinggi sodium atau minuman yang dimaniskan lebih mungkin mengalami penurunan fungsi ginjal.

Selain itu, pemanis buatan memiliki efek pembentukan asam yang kuat pada darah Anda. Ini meningkatkan jumlah deposit kalsium dalam tubuh Anda, yang mengarah pada pembentukan batu ginjal yang besar dan berbasis kalsium.

Alih-alih pemanis buatan, gunakan madu atau stevia di kopi atau teh untuk menambah rasa manis.

9. Minum Berlebihan

Minum dalam jumlah sedang baik-baik saja, tetapi minum minuman beralkohol secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada ginjal serta hati Anda.

Alkohol bertindak sebagai diuretik, yang dapat menyebabkan lebih banyak produksi urin dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Dan, itu dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengeluarkan asam urat, yang dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.

Sebaliknya, konsumsi alkohol yang moderat mungkin menawarkan beberapa perlindungan terhadap pembentukan batu. Moderasi berarti tidak lebih dari 2 minuman per hari untuk pria dan tidak lebih dari 1 gelas per hari untuk wanita.

10. Garam

Penggunaan garam yang berlebihan, yaitu natrium klorida, dapat berkontribusi pada pengembangan batu ginjal. Asupan natrium yang tinggi mendorong retensi air dan ginjal tidak mampu membersihkan kelebihan natrium dari tubuh Anda. Bahkan meningkatkan kadar kalsium dan mengurangi kadar sitrat (batu inhibitor) dalam urin.

Selain itu, asupan natrium yang tinggi meningkatkan tekanan darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, gagal jantung dan penyakit ginjal.

Jika Anda rentan terhadap batu kalsium, batasi asupan garam Anda hingga 3 gram per hari. Dan gunakan hanya sedikit garam laut Celtic atau Himalaya berkualitas tinggi.

Juga, gunakan bumbu dan rempah-rempah untuk menambah rasa pada makanan Anda. Selain itu, hindari makanan olahan, yang biasanya tinggi sodium.

Baca juga artikel menarik lainnya: