Cara Mengatasi Sakit Kepala Migrain

Di Amerika Serikat, lebih dari 37 juta orang menderita migrain. Hampir 5 juta mengalami setidaknya satu serangan migrain per bulan, sementara lebih dari 11 juta banyak yang berpendapat bahwa migrain disebabkan oleh cacat sedang sampai berat.

Migrain adalah sakit kepala yang berdenyut di satu atau kedua sisi kepala. Di antara banyak faktor yang menyebabkan sakit kepala migrain, perubahan jumlah zat kimia yang disebut serotonin dalam tubuh Anda meruapakan faktor utama migrain.

Ketika kadar serotonin tinggi, pembuluh darah Anda menyusut. Ketika kadar serotonin rendah, pembuluh darah Anda membengkak. Pembengkakan ini dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah lainnya.

Sebuah studi 2015 yang diterbitkan dalam American Headache Society melaporkan bahwa prevalensi sakit kepala migrain tinggi, mempengaruhi sekitar 1 dari setiap 7 orang Amerika setiap tahunnya.

Migrain dan sakit kepala adalah salah satu alasan utama orang mengunjungi dokter, termasuk kunjungan rawat jalan dan kunjungan gawat darurat. Ini tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya di kalangan wanita selama masa reproduksi.

Laporan tahun 2016 oleh World Health Organization mencatat bahwa setengah hingga tiga perempat dari orang dewasa berusia 18 hingga 65 tahun di seluruh dunia telah mengalami sakit kepala.

Terlepas dari sakit kepala yang kuat, migrain juga menyebabkan gejala termasuk kepekaan terhadap cahaya dan suara, penglihatan buram, aura visual, mual, muntah dan kelelahan.

Meskipun obat dapat membantu mengobati migrain, Anda dapat mengatasi migrain dengan kebiasaan sehat dan pengobatan non medis sederhana.

Berikut adalah 10 cara terbaik untuk mengatasi sakit kepala migrain.


1. Gunakan Terapi Dingin

Ketika menderita sakit kepala migrain, berikan kompres dingin ke kepala atau leher Anda. Ice pack memiliki efek mati rasa, yang dapat menetralisir rasa sakit.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine pada tahun 2006 melaporkan bahwa menggunakan kompres dingin memungkinkan efektif pada beberapa pasien yang menderita serangan migrain.

  • Bungkus beberapa es batu dengan handuk bersih.
  • Letakkan di pelipis, dahi, dan bagian belakang leher Anda selama 10 hingga 15 menit.
  • Ulangi sesuai kebutuhan.

Perhatian: Jangan pernah menggunakan es langsung pada kulit, karena dapat menyebabkan radang dingin.

2. Minum Teh Jahe

Jahe dapat membantu meringankan sakit kepala yang disebabkan oleh banyak kondisi, termasuk migrain.

Sifat anti-inflamasinya membantu memblokir prostaglandin, yang merupakan bahan kimia yang meningkatkan kontraksi otot, mempengaruhi hormon dan mengatur peradangan di pembuluh darah di otak.

Sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Phytotherapy Research menunjukkan bahwa efektivitas bubuk jahe dalam mengurangi keparahan migrain dan durasi secara statistik sebanding dengan obat resep sumatriptan, dan dengan efek samping yang lebih sedikit.

  • Tambahkan 1 sendok makan jahe parut ke 1½ gelas air.
  • Didihkan air, lalu tutup dan biarkan mendidih selama 5 menit.
  • Saring dan tambahkan sedikit madu mentah dan jus lemon.

3. Terapi Pijat

Anda juga dapat mencoba memijat kepala Anda untuk mencegah atau mengobati migrain.

Pijatan pada kepala dapat membantu meredakan sakit kepala migrain dengan memblokir sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak. Ini juga meningkatkan aktivitas serotonin dan menstimulasi reseptor serotonin tertentu, yang pada gilirannya mengurangi rasa sakit serta mengurangi frekuensi serangan migrain.

Bahkan pijatan mampu meningkatkan kualitas tidur dan mengatasi stres yang dirasakan.

Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam Annals of Behavioral Medicine menemukan bahwa terapi pijat dapat membantu mengatasi migrain.

  • Oleskan beberapa mustar hangat atau minyak zaitun di dahi Anda.
  • Dengan menggunakan jari-jari Anda, pijat lembut dengan gerakan melingkar di tengah dahi dan pelipis.
  • Pijat selama 10 hingga 15 menit.
  • Ulangi sesuai kebutuhan.

4. Makan makanan yang lebih banyak mengandung Magnesium

Magnesium dapat membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh migrain. Ini sangat bermanfaat ketika migrain menyerang wanita yang sedang menstruasi atau pada orang yang memiliki kadar magnesium yang rendah secara abnormal.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Headache pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 1 gram intravena magnesium sulfat adalah obat yang efisien, aman dan ditoleransi dengan baik dalam pengobatan serangan migrain.

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam Headache melaporkan bahwa mengonsumsi suplemen magnesium harian sangat efektif untuk mencegah migrain yang berhubungan dengan menstruasi.

Dalam sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Neural Transmission, peneliti menemukan bahwa kekurangan magnesium dapat menyebabkan migrain, sehingga untuk itu mengkonsumsi suplemen magnesium sangatlah bermanfaat.

Sertakan makanan dalam diet Anda yang secara alami mengandung magnesium. Beberapa makanan kaya magnesium adalah sayuran hijau gelap seperti bayam dan chard.

Selain itu Anda juga dapat mengkonsumsi makanan lainnya seperti biji labu, almond, ikan makerel, ikan tuna, yogurt rendah lemak, kacang hitam, alpukat, buah ara, pisang dan cokelat hitam.

Anda juga bisa mengonsumsi suplemen magnesium. Untuk dosis yang tepat, konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu.

5. Minum Kopi

Secangkir kopi dapat mengatasi beberapa gejala migrain. Kafein dalam kopi membatasi pembuluh darah dan menghalangi reseptor tertentu yang dapat menyebabkan rasa sakit. Bahkan, kafein hadir dalam beberapa obat migrain.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Headache and Pain pada tahun 2017 memberikan bukti untuk peran kafein sebagai adjuvant analgesik dalam pengobatan sakit kepala primer dengan obat bebas, dosis kafein 130 mg meningkatkan efektivitas analgesik dalam ketegangan. Tipe sakit kepala dan dosis ≥100 mg meningkatkan manfaat dalam mengobati migrain.

Namun perlu Anda ketahui bahwa kelebihan kafein dapat menyebabkan hal buruk pada kesehanatan Anda, untuk itu minumlah kopi secukupnya. Jangan minum lebih dari satu atau dua cangkir kopi sehari.

6. Hindari Makanan Trigger

Beberapa makanan dan minuman dikenal pemicu migrain. Menurut Institute for Quality and Efficiency in Health Care, beberapa pemicu migran yang disebabkan oleh makanan adalah:

  • Makanan yang mengandung nitrat, seperti hot dog, daging deli, bacon, dan sosis.
  • Cokelat.
  • Keju, seperti feta, cheddar, Parmesan, dan Swiss.
  • Makanan yang mengandung monosodium glutamate (MSG).
  • Es krim atau minuman dingin.
  • Makanan yang diproses.
  • Makanan acar.
  • Kacang polong.
  • Buah kering.
  • Produk-produk susu yang dibudidayakan, seperti buttermilk, krim asam dan yogurt.
  • Telur.
  • Pemanis buatan, seperti aspartame.

7. Tidur dalam waktu yang Tepat

Tidur yang baik penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan sangat penting bagi pasien migrain untuk menjalani kehidupan yang berkualitas.

Gangguan tidur dapat menyebabkan perubahan pada protein, sehingga dapat memicu sakit kepala migrain. Kurang tidur juga akan mempengaruhi tingkat hormon Anda serta tingkat stres Anda akan naik, yang keduanya merupakan pemicu migrain.

Oleh karena itu, untuk menjaga serangan migrain, konsistenlah ketika Anda pergi tidur dan bangun. Usahakan untuk tidur hingga delapan jam per malam.

Untuk menikmati tidur nyenyak, pilih ruang yang tenang di mana Anda dapat mematikan lampu dan tidur tanpa mengkhawatirkan gangguan suara.

Juga, simpan kamar tidur Anda dan hindari menonton televisi atau membawa materi kerja ke tempat tidur.

Beberapa pemicu migrain yang terkenal adalah:


  • Bau yang kuat.
  • Alkohol.
  • Cahaya terang.
  • Suara-suara keras.
  • Perubahan cuaca.
  • Sangat lelah.
  • Depresi.
  • Gangguan tidur.
  • Hilang makan atau puasa.
  • Haid.
  • Pil KB.
  • Penarikan kafein.
  • Latihan berat.

Tips Tambahan


Jika Anda mendapatkan "hangover" setelah satu kali minum, lebih baik hindari minum sepenuhnya. Dan merokok dapat memicu migrain. Berhentilah merokok untuk mengurangi rasa sakit akibat migrain.

Selain itu stres juga dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon yang dapat mempengaruhi sistem saraf Anda dan pada gilirannya memicu sakit kepala migrain. Jadi, cobalah untuk mengendalikan stres Anda.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Disqus Comments