Skip to main content

follow us

Menjaga sistem kekebalan tubuh sangatlah penting untuk Anda, hal itu supaya terhindar dari berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan.

Oleh karena itu apa yang Anda makan bisa sangat mempengaruhi kesehatan sistem imun Anda.

Makanan tertentu mampu mencegah berbagai penyakit, sementara makanan lainnya dapat membantu Anda pulih lebih cepat jika Anda lagi sakit.

Pada artikkel kali ini kami akan membahas 8 makanan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda secara alami.

1. Makanan yang kaya akan kandungan Zat Besi

Zat besi merupakan mineral yang berperan penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Melakukan program diet dengan cara mengkonsumsi sedikit makanan yang mengandung zat besi dapat menyebabkan anemia dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Itulah mengapa zat besi sangat penting untuk mengoptimalkan asupan makanan seperti daging sapi, ayam, ikan, kerang, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran dan buah kering.

Menggabungkan makanan kaya zat besi dengan sumber vitamin C dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda lebih optimal lagi.

Dikatakan, penting untuk diingat bahwa kadar besi dalam darah terlalu tinggi dapat membahayakan dan benar-benar dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan suplemen zat besi hanya jika Anda memiliki kekurangan zat besi, atau atas saran dari seorang dokter.

2. Makanan yang kaya akan kandungan Probiotik

Makanan yang kaya akan probiotik mampu membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh Anda.

Probiotik adalah bakteri menguntungkan yang hidup di usus dan membantu merangsang sistem kekebalan tubuh Anda.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa probiotik dapat mengurangi risiko pengembangan infeksi saluran pernapasan bagian atas hingga 42%.

Probiotik juga dapat membantu menjaga kesehatan lapisan usus Anda, yang dapat membantu mencegah zat yang tidak diinginkan atau bocor ke dalam tubuh dan menimbulkan respons sistem imun.

Studi juga menunjukkan bahwa ketika orang sakit, mereka yang secara teratur mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik sampai 33% lebih kecil kemungkinannya untuk membutuhkan antibiotik. Dalam kasus tertentu, konsumsi probiotik secara teratur juga dapat menyebabkan pemulihan penyakit yang lebih cepat.

Makanan yang memiliki kandungan probiotik yang baik untuk kesehatan tubuh termasuk asinan kubis, acar fermentasi alami, yogurt, kefir, buttermilk, kimchi, tempe, miso, natto dan kombucha.

3. Buah Jeruk

Buah-buahan seperti jeruk limau gedang dan jeruk tachibana kaya akan kansungan vitamin C dan terkenal sebagai makanan pendorong sistem imunitas.

Vitamin C dikenali untuk sifat antibakteri dan anti-inflamasinya. Ini juga membantu menjaga integritas kulit Anda, yang bertindak sebagai penghalang atau pelindung terhadap infeksi.

Selain itu, vitamin C bertindak sebagai antioksidan, yang membantu melindungi sel sistem imun Anda terhadap senyawa berbahaya yang terbentuk sebagai infeksi virus dan bakteri.

Oleh karena itu, mendapatkan cukup vitamin C adalah cara yang bagus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda dan dapat mengurangi kemungkinan infeksi.

Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa meningkatkan asupan vitamin C ketika Anda sedang mengalami pilek dapat membantu mempercepat penyebuhan.

Makanan lain yang tinggi vitamin C termasuk paprika, jambu, sayuran berdaun gelap, brokoli, buah beri, tomat, pepaya dan kacang polong snap.

4. Jahe

Jahe kaya akan zat bioaktif yang dipercaya dapat membantu menurunkan risiko infeksi.

Sebenarnya, jahe memiliki khasiat antimikroba yang bisa menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri, termasuk E. coli, Candida dan Salmonella.

Studi yang dilakukan pada sel manusia menunjukkan bahwa jahe segar juga dapat membantu melawan virus sinsitial pernapasan manusia (HRSV), yang merupakan virus yang meng-infeksi pernafasan.

Selain itu jahe juga memiliki efek anti mual yang dapat membantu mengurangi gejala mual saat Anda terkena flu.

5. Bawang putih

Bawang putih juga mengandung senyawa aktif yang dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

Misalnya, allicin, senyawa aktif yang terdapat pada bawang putih mampu memperbaiki kemampuan sel kekebalan tubuh Anda untuk melawan flu.

Bawang putih juga tampaknya memiliki sifat antimikroba dan antiviral yang dapat membantu melawan infeksi bakteri dan virus.

Dalam sebuah penelitian, peserta yang diberi suplemen allicin sehari-hari mengalami pilek 63% lebih jarang daripada kelompok plasebo. Selain itu, saat mereka sakit, peserta kelompok allicin rata-rata pulih selama 3 hari.

Untuk memaksimalkan efek penguat kekebalan tubuh dengan bawang putih, usahakan makan satu cengkih dua sampai tiga kali per hari.

6. Berries

Selama bertahun-tahun, penduduk asli Amerika telah menggunakan buah beri untuk mengobati infeksi seperti flu biasa.

Ini bisa jadi karena buah beri adalah sumber polifenol yang merupakan sekelompok senyawa tanaman bermanfaat dengan sifat antimikroba,seperti quercetin,.

Studi juga menunjukkan bahwa polifenol yang terkandung dalam buah berry memiliki kemampuan untuk melindungi terhadap virus influenza yang bertanggung jawab atas flu.

Berries juga mengandung vitamin C dalam jumlah yang baik, yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuh Anda tetap opimal.

7. Minyak Kelapa

Minyak kelapa mengandung trigliserida rantai menengahyang merupakan kategori lemak dengan sifat antimikroba.

Asam laurat dan monolaurin yang terdapat pada minyak kelapa memiliki kemampuan untuk membunuh virus berbahaya, bakteri dan jamur.

Para periset melaporkan bahwa lemak kelapa dapat membantu melawan jenis bakteri yang menyebabkan sakit maag, sinusitis, rongga gigi, keracunan makanan dan infeksi saluran kemih.

Periset juga percaya bahwa minyak kelapa efektif melawan virus yang menyebabkan influenza dan hepatitis C. Ini juga dapat membantu melawan Candida albicans, penyebab umum infeksi ragi pada manusia.

8. Ubi Jalar

Ubi jalar tidak hanya memiliki rasa yang lezat tapi juga kaya akan kandungan vitamin A.

Kurangnya mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh lemah dan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap infeksi.

Sebagai contoh, satu studi melaporkan bahwa anak-anak kekurangan vitamin-A 35% lebih mungkin menderita gejala pernafasan, dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar vitamin A normal.

Studi lain melaporkan bahwa pemberian suplemen vitamin A pada bayi dapat membantu memperbaiki respons mereka terhadap vaksin tertentu.

Namun, asupan vitamin A yang berlebihan dapat menyebabkan efek buruk seperti mual, sakit kepala, tulang lemah, koma dan bahkan kematian dini - terutama jika Anda mengonsumsi vitamin A dalam bentuk suplemen.

Suplemen vitamin A yang tinggi selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko cacat lahir. Oleh karena itu yang paling aman untuk memenuhi kebutuhan vitamin A pada tubuh Anda melalui makanan alami dan bukan suplemen.

Selain ubi jalar, makanan lain yang mengandung vitamin A tinggi termasuk wortel, sayuran berdaun hijau gelap, squash, selada romaine, aprikot kering, paprika merah, ikan dan daging organ.

Baca juga artikel menarik lainnya:


You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar