Skip to main content

follow us

Pemanis buatan biasanya sering digunakan untuk makanan dan juga diandalkan guna meningkatkan jenis program diet di kalangan masyarakat. Makanan olahan seperti selai, permen karet, sirup dan soda sering terdapat kandungan-kandungan pemanis buatan.

Kalori yang terkandung dalam pemanis buatan yang diantaranya sukrolosa, sakarin, aspartam dan siklamat tergolong sedikit sehingga aman dan tak meningkatkan gula darah terlalu drastis. Akan tetapi pemanis buatan itu memiliki efek samping yang perlu diketahui.

Memang adanya bahwa setiap produk pemanis buatan tidak memiliki banyak kandungan kalori dan meskipun itu ada maka kadarnya pun sangatlah rendah.

Hanya saja mengonsumsi produk yang dibuat dengan pemanis buatan secara berlebih atau terlalu sering, maka dapat memicu bahaya pada kesehatan tubuh Anda seperti yang tercantum dibawah ini.

1. Diabetes Tipe 2

Pada umumnya pemanis buatan justru banyak dikonsumsi oleh penderita diabetes guna membantu mereka dalam membatasi asupan gula supaya tidak meningkatkan gula darah secara drastis? Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Eropa, justru ada peningkatan dan risiko diabetes tipe 2 lebih tinggi 2 kali lipat jika mengkonsumsi pemanis buatan.

Bahan resiko yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi pemanis buatan dapat meningkat hanya karena mengonsumsi minuman yang diolah dari pemanis buatan sekali saja. So, untuk itu perlu diperhatikan batasan akan penggunaan pemanis buatan, khususnya pada minuman-minuman yang mengandung bahan tersebut.

2. Penimbunan Lemak Perut

Konsumsi pemanis buatan yang terlalu berlebihan atau sering dapat meningkatkan lingkar pinggang. Bahkan bukan itu saja, jumlah lemak pada perut pun ikut meningkat dimana pemicu utamanya ialah aktivitas sebuah gen yang terdapat kaitannya dengan sel lemak baru yang diproduksi dari konsumsi sukralosa.

Hal ini diperkuat dengan adanya penelitian yang dilakukan periset dari Washington University. Tentunya pada saat mengetahui adanya kondisi peningkatan lingkar pinggang dan bertambahnya lemak perut, hal ini berkaitan dengan obesitas dan juga berbagai macam masalah yang akan timbul pada kesehatan tubuh.

3. Kecanduan Gula

Banyak para ahli yang meyakini bahwa pemanis buatan yang dikonsumsi secara berlebihan atau terus menerus dapat meningkatkan potensi tubuh lebih sensitif terhadap gula. Oleh karena itu dengan sensitivitas tubuh yang meningkat, secara oromatis hal ini menjadi penyebab utama dari otak yang kemudian kecanduan terhadap gula.

4. Asupan Kalori Bertambah

Pemanis buatan diketahui tanpa kalori, meskipun itu ada jumlahnya pun sangatlah rendah. Gula yang diolah sendiripun masih mampu membuat kadar gula darah naik dan turun secara drastis yang memengaruhi rasa lapar mudah datang. Otomatis Anda pun akan mempunyai keinginan untuk mengonsumsi sesuatu yang dapat memuaskan rasa lapar tersebut bukan?

Saat tubuh secara terus-tersan menginginkan asupan kalori demi memenuhi kekosongan, justru malah menyebabkan Anda mengonsumsi kalori secara berlebihan. Pemanis buatan mampu memberikan efek samping yang justru berkebalikan dari apa yang diharapkan.

5. Kekurangan Nutrisi

Ketika terlalu sering mengonsumsi pemanis buatan, seperti yang sebelumnya telah disebutkan diatas hal ini dapat menjadi pemicu utama dari kecanduan gula atau pemanis buatan itu sendiri. Bahkan buah-buahan atau sayuran yang manisnya alami pun akan kalah. Inilah yang dapat menyebabkan pengonsumsi pemanis buatan tidak lagi tertarik dengan buah-buahan dan sayuran karena rasanya kurang manis.

Sebagai dari resiko dari ketidaktertarikan terhadap sayuran dan buah-buahan yang seharusnya bisa menjadi pengganti gula dan lebih bergizi, pengonsumsi mampu mengalami kekurangan nutrisi. Hal ini biasanya akan disertai dengan kenaikan berat badan yang drastis hingga menuju obesitas. Itulah pentingnya untuk tahu betul tentang batasan konsumsi pemanis buatan agar tidak menjadikan tubuh kekurangan nutrisi.

6. Persalinan Prematur

Pemanis buatan memiliki efek samping yang cukup berbahaya untuk kesehatan walau banyak dari kita yang menganggap bahwa pemanis buatan jauh lebih baik daripada gula.

Sebuah hasil studi yang dilakukan oleh kohort di Denmark menyatakan bahwa dari mulai tahun 1996-2002, 59.334 wanita diteliti dan hasilnya ditemukan bahwa minuman ringan yang memiliki kandungan pemanis buatan mampu meningkatkan potensi persalinan prematur.

Hal ini masih diperlukan penelitian lanjutan guna menentukan bahaya pemanis buatan untuk kesehatan tubuh, walau memang untuk sukralosa, neotam dan aspartam telah dinyatakan aman bagi para ibu hamil sementara itu untuk stevia dan sakarin belum mendapat persetujuan untuk wanita hamil/menyusui mampu mengonsumsinya.

Untuk itu alangkah baiknya batasi konsumsi pemanis buatan guna mencegah kondisi kesehatan yang tak diinginkan.

Baca juga artikel menarik lainnya:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar